Posted by: nursafri | May 12, 2008

Selamat

Minggu, 11 Mei 2008

Selamat

Hidup adalah perbuatan, begitu iklan di televisi, seolah mengajak kita berbuat sesuatu untuk melawan kemiskinan.

Putu Setia

Selamatkan Indonesia, begitu judul sebuah buku. Apakah Indonesia sudah mau hancur?

Ada ayah yang tega membunuh anaknya dengan racun serangga karena tak kuat menanggung biaya hidup. Ada ibu yang juga membunuh anaknya karena tak sanggup memberi makan. Ada satu keluarga yang meninggal karena kelaparan. Artinya, ada yang sudah hancur-hancuran mempertahankan hidup, lalu mengakhiri hidup, baik disengaja maupun tidak.

Hidup adalah perbuatan, begitu iklan di televisi, seolah mengajak kita berbuat sesuatu untuk melawan kemiskinan. Dengan cara apa? Hak seseorang untuk memilih caranya. Ada yang dengan jeli mencatat angka kemiskinan itu, lalu angka dirangkai dengan kalimat, dan dengan sejumlah uang yang pasti nilainya besar, kalimat itu ditayangkan di berbagai televisi. Ada yang memasang baliho besar di berbagai sudut kota, tentu dengan biaya besar pula. Ada yang mendirikan partai dengan janji meniadakan kemiskinan. Ada yang pergi ke berbagai daerah, membagi baju kaus kepada banyak orang dengan niat yang tidak lagi sembunyi, agar ia dipilih sebagai presiden, kelak.

Jutaan atau miliaran uang dihamburkan untuk tayangan iklan televisi, baliho, kunjungan ke daerah, sebagai langkah untuk “melakukan perbuatan” memerangi kemiskinan. Tetap saja ada orang bunuh diri karena tak mampu berobat ke rumah sakit, ada anak yang gantung diri karena tak mampu membayar uang ujian negara–yang di pusat disebut gratis itu. Banyak orang tetap kelaparan. Padahal orang sudah “berbuat”. Kalau begitu, pastilah “perbuatan” itu keliru. Kekeliruan yang disadari.

Selamatkan Indonesia, barangkali yang harus dilakukan adalah niat baik dan langkah nyata. Kalau memang mau membantu petani yang miskin untuk memasarkan cabai keriting, datanglah dengan wujud nyata ke pedesaan, bukan datang di layar televisi. Kalau membantu rakyat yang lapar, berilah mereka beras, bukan memberi sebuah kaus oblong yang mengerut sekali cuci sambil meminta penerima kaus memajang lima puluh bendera partai di jalanan. Biaya membuat dan memasang baliho mungkin bisa diganti dengan obat-obatan dan disebarkan ke penduduk yang terserang diare, demam berdarah, dan sebagainya.

Bukankah itu tugas mereka yang berkuasa? Kenapa harus membantu mereka? Bukankah semakin parah kehidupan rakyat, semakin beralasan untuk menurunkan orang yang berkuasa? Ini benar, tetapi inilah “kebenaran yang salah kaprah”.

Salah kaprah rupanya jadi gaya hidup. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memutuskan akan menaikkan harga bahan bakar minyak. Sebelumnya, beliau berjanji tak akan menaikkan harga itu sampai tahun ini. Ini bukan contoh salah kaprah, ini adalah “perubahan”, bukankah sebelum menjadi presiden beliau berjanji melakukan perubahan? Tepatnya, ucapan yang berubah-ubah. Yang salah kaprah dari Bapak Presiden ini adalah keputusan penting yang menyangkut kehidupan rakyat selalu disampaikan jauh sebelum pelaksanaannya dengan alasan kehati-hatian. Apa pula yang masih dipertimbangkan? Kalau keputusan masih dalam areal pertimbangan, ya, jangan diucapkan dulu. Begitu diucapkan, harusnya langsung action. Tenggang waktu antara ucapan dan perbuatan membuat persoalan di tengah masyarakat. Ada yang menimbun bahan bakar, ada yang sudah menaikkan harga menyesuaikan dengan harga minyak yang baru. Padahal harga baru masih di mulut sang tokek.

Hidup adalah perbuatan, begitu Soetrisno Bachir berujar di televisi karena terinspirasi sajak Chairil Anwar. Mari berbuat untuk Indonesia yang sejahtera, minimal Indonesia yang selamat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: